Friday, January 13, 2017

Motivas Kerja dalam Membangun Kinerja


1. Pendahuluan
Dalam menjalankan pekerjaan dengan baik dibutuhkan motivasi untuk bekerja dengan baik. Motivasi ini dapat mendorong karyawan dalam menyelesaikan beban pekerjaan yang diberikan.
Menurut Malayu S.P. Hasibuan, motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan.
Pada saat memotivasi diri sendiri, faktor yang memotivasi Recognition & Responsibility. Motivator yang paling besar pada diri sendiri adalah belief yaitu keyakinan bahwa diri bertanggung jawab pada tindakan dan perilaku sendiri. Ketika orang menerima tanggung jawab, semua menjadi lebih baik: kualitas, produktivitas, relationship dan kerja sama.

 Untuk mendorong dan menggerakkan sekelompok orang dalam berbagai organisasi sehingga tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien, tentu saja dapat menggunakan beragam teori motivasi. Situs ChangingMinds.org  mencantumkan setidaknya ada 27 teori mengenai motivasi, mulai dari Acquired Needs Theory, Activation Theory, Affect Perseverance, Attitude-Behavior Consistency, Attribution Theory, Cognitive Dissonance, Cognitive Evalution Theory, Consistency Theory, Control Theory, Drive Theory, Goal-Setting Theory, Placebo Effect sampai The Transtheoretical Model of Change. Namun seorang manajer tidak bisa hanya berbekal beragam teori tersebut, yang lebih penting ialah adanya talenta dalam bidang kepemimpinan, termasuk kepiawaian dalam memberikan motivasi.

2. Teori Herzberg
Faktor pemuas kerja
   1. Prestasi
   2. Penghargaan
   3. Pekerjaan kreatif dan menantang
   4. Tanggung jawab
   5. Kemajuan dan peningkatan
Faktor pemeliharaan kerja
   1. Kebijakan dan administrasi perusahaan
   2. Kualitas pengendalian teknik
   3. Kondisi kerja
   4. Hubungan kerja
   5. Status pekerjaan dan keamanan kerja
   6. Kehidupan pribadi
   7. Penggajian

Dalam hal ini motivasi diibaratkan sebagai “jantungnya” manajemen karyawan. Motivasi merupakan dorongan yang membuat karyawan melakukan sesuatu dengan cara dan untuk mencapai tujuan tertentu. Sudah tentu tidak ada keberhasilan mengerjakan sesuatu, seperti mengelola karyawan, tanpa adanya motivasi baik dari manajer maupun dari karyawan. Sudah jelas bahwa manajer membutuhkan ketrampilan, kecakapan, keahlian atau kepiawaian  untuk memahami dan menciptakan kondisi di mana semua “pasukannya” dapat termotivasi. Hal tersebut merupakan  tantangan besar karena tiap karyawan memiliki perbedaan karakteristik dan respon pada kondisi yang berbeda.
Di sisi lainnya ekosistem kerja atau kondisi kerja dengan beragam permasalahannya senantiasa mengalami dinamika, tidak ada yang statis. Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung secara terus-menerus sangat berpengaruh kepada kondisi kerja dan budaya kerja setiap perusahaan atau organisasi. Dengan demikian seorang manajer pun harus mampu beradaptasi dengan perkembangan keadaan, termasuk dalam mengembangkan cara atau teknik yang lebih kreatif dalam memotivasi tim kerjanya.
Setiap pegawai membutuhkan lingkungan manajemen yang harmoni dan kepemimpinan yang menentramkan, sehingga dalam menjalankan pekerjaannya menjadi sangat termotivasi. Sebagai catatan, dalam keadaan demotivasi banyak pegawai yang mengalami  stress hingga depresi,  beragam gangguan organ tubuh atau fisik,  malas dan apatis dalam menjalankan pekerjaan, kualitas kerja yang terus menurun hingga di bawah standar, dan  terhambatnya komunikasi personal baik dengan rekan sekerja maupun dengan manajer.

3. Kesimpulan



Berbagai Teori Motivasi dapat diterapkan dalam lingkungan manajemen SDM di setiap perusahaan, tinggal bagaimana kemampuan para manajer SDM dalam meramu berbagai konsep atau strategi tersebut dalam taktik dan operasional perusahaan.
4. Daftar pustaka
Atep Afia Hidayat. 2014. Modul Perancangan dan Perilaku Organisasi ; Motivasi Kerja. Universitas Mercubuana. Jakarta . 
Mangkuprawira, T. S. dan Aida V.H. 2007. Manajemen Mutu SDM. PT Ghalia Indonesia. Jakarta. 
Nawawi, H.,H. 2011, Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Bisnis yang Kompetitif. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 

No comments:

Post a Comment